TERNYATA DOYAN DUIT HARAM JUGA? NAMA GUS MIFTAH DISEBUT TERIMA ALIRAN RP 100 JUTA DARI KORUPSI PROYEK DJKA!!

Hukum & Kriminal 14 Jul 2026 18:22 2 min read 61 views By editor jombang aktual
TERNYATA DOYAN DUIT HARAM JUGA? NAMA GUS MIFTAH DISEBUT TERIMA ALIRAN RP 100 JUTA DARI KORUPSI PROYEK DJKA!!
Gambar Hasil Google

JOMBANG I Jombang Aktual - Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah muncul dalam sidang dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo-Semarang Segmen 1 (JGSS) di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026). 


Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap dugaan aliran dana Rp 100 juta kepada Miftah saat memeriksa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek JGSS, Dheki Martin, sebagai Saksi dalam perkara yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo.


Nama Miftah muncul ketika jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Dheki yang memuat keterangan terkait adanya pemberian uang dari dana proyek.


Jaksa Singgung Sosok Gus Miftah dengan Penjual Es Dalam Konferensi, Dheki tidak membantah isi BAP yang dibacakan jaksa. Saat identifikasi identitas penerima dana, jaksa sempat memanggil Miftah dengan peristiwa yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik.


“Gus Miftah itu yang kemarin ramai gara-gara penjual es?,” kata jaksa saat bertanya kepada Dheki dikutip dari Kompas.com, Senin.


“Iya,” timpal Dheki. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan makian yang sempat dilontarkan Miftah saat pengajian di Magelang pada Rabu (20/11/2024).


Jaksa kemudian kembali memperjelas sosok Miftah yang dimaksud dengan menyebut ciri khas pendakwah tersebut, yakni rambut gondrong. 


"Dia juga dapat duit itu 100 juta rupiah. Supaya orang tahu, supaya orang di Pati juga tahu," imbuh jaksa.


“Gus Miftah yang rambutnya gondrong dapat duit dari bapak (Dheki) dari duit proyek supaya orang tahu,” imbuhnya.


Dheki Ungkap Kedatangan Nur Hidayat ke Kantor Jaksa juga menggali keterangan Dheki terkait kedatangan seorang pria bernama Nur Hidayat ke kantornya ketika proyek JGSS masih berlangsung.


Menurut Dheki, Nur Hidayat datang untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan keinginannya agar dapat ikut terlibat dalam proyek pembangunan jalur ganda kereta api tersebut.


“Yang saya tahu, pertama kali tamu yang datang ke kantor adalah Pak Nur Hidayat. Beliau menyatakan ingin ikut serta dalam pembangunan proyek JGSS 1,” jelas Dheki.


Ia menyampaikan, dirinya tidak dapat mengakomodasi keinginan Nur Hidayat karena proyek tersebut telah memiliki pemenang tender resmi.

sumber suara: kompas.com

Share berita ini

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Jombang Aktual